German dating ipb

03-Feb-2020 04:12 by 8 Comments

German dating ipb - dating marriage and relationship

PPL dan PPT dapat dibuat dari konstruksi beton bertulang, seperti tempat berjalan kaki (pe-destrian crossing) setinggi ± 5 meter diatas muka jalan-raya untuk para pejalan-kaki (pedestrian), demikian juga konstruksi baja untuk EP (PE) termasuk bilik atau kabin.

Sanatu atau elevator jalan-raya dirancang khususn untuk para pejalan-kaki (pedestrian) yang menyeberang jalan-raya. Dengan meninggalkan “budaya lama” dan berhijrah ke “budaya baru”, para pejalan-kaki (pedestrian) dari segala generasi mulai normal hingga para di-sabel (disable) dimanapun akan dapat menyeberang jalan-raya kota-kota yang padat penduduk-nya dengan mudan dan selamat sampai diseberang sesuai SNI yang berlaku. Dengan hijrah ke budaya baru, para pejalan-kaki (pedestrian) kota-kota besar yang padat penduduknya ketika menyeberang jalan-raya: pertama akan dinaikkan EP ke PPL atau bagian PPT tinggi sekitar ± 5 m diatas jalan-raya. Dengan demikian, menyeberang jalan-raya di tengah terik matahari atau dinginnya tengah malam tidak perlu lagi menguras tenaga (energy) tubuh manusia, atau para pejalan-kaki. Budaya lama selain telah ketinggalan zaman, juga tidak layak lagi digunakan me-ngingat keamanan dan kenyamanan para pejalan-kaki yang tidak terjamin, sebagaimana yang telah diatur dalam “Standardisasi Nasional Menyeberang Jalan Indonesia” (SNMJI). Untuk mengatasi persoalan diatas, terlebih lagi timbulnya kecelakaan lalulintas di permukaan ja-lan-raya berbagai kota besar yang padat penduduknya Tanah-air maupun Mancanegara, sudah tiba waktunya para pejalan-kaki “hijrah” dari menyeberang jalan-raya “satu bidang” menuju menyeberang jalan-raya “dua bidang”, dengan memperkenalkan prasarana atau infrastruktur penyeberang jalan-raya diperlukan.

Adapun prasarana dimaksud, ialah apa yang dinamakan: Penyeberang Pejalan-kaki Atas (PPA) atau Overhead Pedestrian Crossing (OPC), dan Penyeberang Pejalan-kaki Bawah (PPB) atau Underpass Pedestrian Crossing (UPC), dibangun pada berbagai lokasi strategis di kota-kota besar yang padat penduduknya Tanah-Air maupun Mancanegara. No.8 Sento Harahap, menikah dengan Ja Kola, marga Siregar dari Batu Horpak. Akan tetapi PPB hanya dapat dibangun di tempat-tempat yang dikenal aman dalam kota untuk menghindarkan timbulnya keja-hatan. Dalam pelaksanaannya, dibedakan dua macam (kategori) PPA yang mendapat sambutan baik warga kota kecil maupun besar padat penduduknya, masing-masing: Penyeberang Pejalan-kaki Lurus (PPL) atau Straight Pedestrian Crossing (SPC) sebagaimana tampak pada Gambar Ia, dan Penyeberangan Pejalankaki Terpadu (PPT) atau Integrated Pedestrian Crossing (IPC) seba-gaimana tampak pada Gambar Ib. Lalu membiarkan mereka berjalan-kaki sepanjang PPL atau bagian PPT yang horizontal atau datar, lalu dari sisi lain PPL atau bagian PPT, pejalan-kaki (pedestrian) akan diturunkan EP kembali ke muka jalan-raya seberang. Daya angkut EP (PE) tergantung luas lantai bilik atau elevator. Gambar IIa memperlihatkan “topang luar” (external support) berupa sangkar, sementara Gambar IIb memperlihatkan “topang tengah” (central support) berupa tonggak. No.4 Heber Harahap, Sintua Heber, gelar Baginda Maujalo (18..-19..) dengan istri…., gelar Ompu ni Kondar, boru Regar dari Bunga Bondar, iboto dari Ompu Raja Oloan Siregar.